Home / Berita / APSI Hadiri Hari Sekuriti Swasta Malaysia 2026, Perkuat Sinergi Industri Keamanan RegionalAPSI Hadiri Hari Sekuriti Swasta Malaysia 2026, Perkuat Sinergi Industri Keamanan RegionalPosted on July 27, 2026 by Sgi GuardJurnal SGI | KUALA LUMPUR – Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menghadiri peringatan Hari Sekuriti Swasta Malaysia 2026 yang dirangkaikan dengan Pemberian Penghargaan Sekuriti Swasta 2026. Agenda tahunan bergengsi besutan Majlis Persatuan Industri Keselamatan Malaysia (PIKM) ini digelar di Grand Ballroom, KLGCC Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (24/7/2026).Acara ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi lebih dari 200.000 personel keamanan swasta di Malaysia yang bertugas mengawal kawasan bisnis, objek vital, fasilitas publik, hingga aset strategis nasional. Selain itu, perhelatan tersebut menjadi ajang konsolidasi penting bagi para pemimpin industri jasa pengamanan di kawasan Asia Tenggara.Delegasi Indonesia diwakili oleh jajaran pengurus pusat dan daerah APSI bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Rombongan APSI dipimpin langsung oleh Ketua Umum Azis Said, Sekretaris Jenderal Wibisono, Wakil Ketua Umum Djarot Suprianto, serta Ketua DPD APSI Kepulauan Riau Daeng Syafar. Turut hadir pula perwakilan industri keamanan dari Malaysia dan Singapura guna memperkuat kolaborasi lintas negara. Isu Strategis dan Tantangan Industri KeamananDalam sambutannya, Presiden PIKM, Datuk Mohammad Ubaidillah bin Iman, memaparkan sejumlah isu strategis yang tengah dihadapi industri keamanan swasta di Malaysia, di antaranya:Legalisasi Hari Sekuriti Swasta: Usulan penetapan resmi tanggal 24 Juli sebagai Hari Sekuriti Swasta Malaysia.Penghargaan & Kesejahteraan: Perlunya peningkatan apresiasi dan pengakuan sosial terhadap profesi personel keamanan swasta.Standarisasi Tarif & Kompetensi: Penanganan tantangan perang harga yang berpotensi menurunkan kualitas layanan, serta dorongan pengembangan kompetensi melalui sertifikasi profesi secara berkelanjutan.Di sisi lain, PIKM turut menyuarakan keberatan atas rencana kenaikan biaya lisensi perusahaan keamanan dan perizinan senjata api. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memberatkan keberlangsungan usaha jasa pengamanan, khususnya bagi pelaku industri skala kecil dan menengah. Komitmen Kolaborasi Lintas NegaraDatuk Ubaidillah menegaskan komitmen PIKM untuk mempererat kemitraan dengan pemerintah Malaysia sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi keamanan dari Indonesia dan Singapura. Sinergi ini ditujukan untuk mendongkrak profesionalisme, standar kompetensi, serta kualitas layanan keamanan di kawasan Asia Tenggara.Kehadiran APSI dalam agenda ini kian mempertegas peran strategis organisasi dalam mempererat hubungan antarprofesi keamanan tingkat regional, saling bertukar pengalaman (*best practices*), dan memantapkan posisi Satpam sebagai pilar utama penopang stabilitas keamanan masyarakat maupun iklim usaha.Melalui momentum ini, sinergi antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura diharapkan terus terjalin kokoh dalam membangun industri keamanan swasta yang modern, kompeten, profesional, dan berdaya saing global.