Security Guards Indonesia
Email
sgiguard.service@gmail.com
Telepon
0217491868
Whatsapp
085186661191

Sinergi DPP APSI dan Napindo Gelar Seminar Nasional Pengamanan Gedung Berisiko Tinggi di Indo Security 2026

Jurnal SGI | JAKARTA — Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Security Management System in High Risk Building: Membangun Sistem Pengamanan Terintegrasi untuk Gedung Berisiko Tinggi di Era Ancaman Modern”. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian pameran internasional Indo Security 2026 Expo & Forum.

Acara digelar pada Rabu (12/8/2026) di Spotlight Zone, Hall C2, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Seminar ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, pejabat pembina teknis kepolisian, praktisi keamanan, pengelola gedung, hingga personel pengamanan dari berbagai sektor.

 

Fokus Pembinaan dan Manajemen Risiko

Seminar nasional dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP APSI, Azis Said, S.E., yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP APSI, Wibisono Koesdiarto. S.Sos. Dalam sambutannya, Azis Said menekankan krusialnya penguasaan manajemen risiko pengamanan, khususnya pada kawasan perkotaan dengan dinamika gedung bertingkat tinggi yang kompleks.

“Seminar ini sangat penting bagi para praktisi dan petugas keamanan di berbagai sektor, khususnya pengelola gedung berisiko tinggi. Selain memperluas wawasan dan literasi teknis, forum ini menjadi wadah interaksi langsung antara peserta dan narasumber ahli,” ujar Azis Said saat membuka acara.

Turut hadir memberikan dukungan, perwakilan Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKP. Tiora, menyampaikan apresiasi atas inisiatif edukatif ini. Pihaknya menilai langkah DPP APSI efektif dalam mendongkrak kompetensi serta profesionalisme anggota satpam dan pengelola keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

 

Strategi Menghadapi Ancaman Modern

Sesi pemaparan materi menghadirkan Hudha Ikhwanudin, S.Sos., M.H., ICPS., Kepala Biro Komunitas DPP APSI sekaligus praktisi Security & Safety, Fire Safety Manager, serta Human Capital & Security Professional.

Dalam paparannya, Hudha membedah lima pilar utama perlindungan aset vital modern:

  1. Security Risk Assessment & Management System: Metode analisis risiko komprehensif guna memetakan dan mengantisipasi titik rawan gedung.
  2. Physical Security & Access Control: Penerapan sistem kontrol akses fisik yang disiplin, terukur, dan teruji.
  3. Crisis, Emergency Response & Fire Safety Management: Manajemen penanganan situasi darurat dan tanggap kebakaran secara terintegrasi.
  4. Security Technology Integration: Optimalisasi teknologi terkini, seperti CCTV Monitoring, Access Control, hingga Command Center.
  5. Business Continuity & Incident Management: Formulasi strategi untuk menjaga kelangsungan operasional bisnis saat terjadi insiden.

 

Perkuat Kompetensi Lintas Sektor

Antusiasme peserta terlihat dari beragamnya latar belakang profesi yang hadir, mulai dari Security Manager, Chief Security, Building & Facility Manager, Property Management, Fire Safety Officer, hingga kualifikasi Satpam Gada Utama dan Gada Madya.

Melalui gelaran ini, DPP APSI berharap para peserta dapat mengimplementasikan sistem pengamanan yang berbasis risiko, aplikatif, dan memanfaatkan teknologi modern. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan standar pengamanan yang tidak hanya profesional dan responsif, tetapi juga humanis dalam melindungi aset serta menjaga kelangsungan bisnis.

 

 

Redaksi:Jurnal SGI