Marak Tawuran di Perbatasan Tangerang Selatan-Bogor Buat Warga Resah

Jurnal SGI | Tangerang Selatan – Warga di sekitar perbatasan Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor diresahkan dengan pesan berantai yang meminta mereka tidak keluar rumah di malam hari. Pesan ini dikaitkan dengan kabar adanya tawuran antara dua kelompok yang menyebabkan seorang remaja tewas.

Seperti dilansir Tempo.co, Pesan yang beredar di media sosial ini sempat membuat warga resah karena tersiar imbauan adanya indikasi serangan susulan dari salah satu kelompok.

“Mohon mulai besok untuk tidak keluar malam dan nongkrong di pinggir jalan,
dan jika ada perjalananan arah Victor dan arah Pamulang jangan melewati : Gang Koi arah Pocis, Gang Pasar Jengkol arah Nirwana/SCP atau jalur Rawakalong – Victor,” tulisnya.

“Dikarenakan tadi malam ada penyerangan yg di lakukan anak remaja Pocis di Bukit Dago. Kemudian ada korban, satu orang anak Rawakalong kebacok dan dua anak Pocis pun kebacok sampai satu orang ada yang meninggal,” sebut pesan tersebut.

Menyikapi persoalan ini Kapolsek Cisauk Ajun Komisaris James Herizanto membenarkan adanya kejadian tawuran tersebut. “Benar tapi penanganan oleh Polsek Gunung Sindur kejadian di Jalan Pasar Jengkol depan Perumahan Bukit Dago Kelurahan Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor,” kata James saat dihubungi TEMPO, Sabtu 8 April 2023.

James menuturkan tawuran terjadi karena kelompok remaja dari wilayah Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan melakukan penyerangan. “Korban dari Setu nyerang kesana dan terkena senjata tajam disana. Itu kan jalan luas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata James, polisi telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk menjaga keamanan di sana. “Saya sudah koordinasi dengan lurah dan tokoh agar saling meredam dan tidak ada dendam,” kata dia.

Polisi mengklaim akan meningkatkan penjagaan di wilayah perbatasan tersebut. “Kami juga akan menjaga wilayah itu malam ini karena itu kan wilayah perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu seorang warga Setu, Tamam Galihway, mengaku resah dengan adanya kejadian tersebut. “Ya pastinya resah. Karena tawuran ini bisa juga menyasar orang yang tidak tau menau,” kata dia.

Menurut dia, seharusnya polisi bisa bertindak tegas dengan adanya aksi tawuran remaja ini. Apalagi aksi tersebut bisa merugikan banyak orang. “Harus bisa diberikan efek jera. Karena memang ini bahaya yah, saya juga jadi takut keluar malam,” kata dia. [Mus]