KEAMANAN ORGANISASI: PERAN PENTING KARYAWAN DAN PENDEKATAN HOLISTIK

Jurnal SGI | Jakarta – Peran penting karyawan dan pendekatan Holistik seperti yang disampaikan oleh Dr. Raden Gunawan M.A. (Ketua bidang Industri DPP APSI) sebagai berikut :

PENGANTAR

Keamanan dalam dunia organisasi adalah konsep yang sangat penting. Ini melibatkan perlindungan organisasi dari berbagai serangan dan kecelakaan, sambil tetap memenuhi misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks keamanan, kita sering berbicara tentang
menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Namun, mencapai tujuan ini bukanlah jaminan keamanan yang mutlak. Faktanya, ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, terutama dalam hal karyawan dan kebijakan keamanan.Dalam konteks dunia organisasi, keamanan bukanlah sekadar konsep kosong, melainkan fondasi yang harus dijaga dan dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Kegiatan organisasi, yang mencakup penyelenggaraan misi dan pencapaian tujuan, tergantung pada tingkat keamanan yang diterapkan. Kunci dari keamanan organisasi melibatkan upaya untuk menjaga kerahasiaan data, menjaga integritas informasi, dan memastikan ketersediaan sumber daya
yang krusial. Meskipun tujuan ini tampak sederhana, realitasnya adalah bahwa mencapai keamanan yang mutlak tidaklah mudah.

Dalam konteks dunia organisasi, keamanan bukanlah sekadar konsep kosong, melainkan fondasi yang harus dijaga dan dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Kegiatan organisasi, yang mencakup penyelenggaraan misi dan pencapaian tujuan, tergantung pada tingkat keamanan yang diterapkan. Kunci dari keamanan organisasi melibatkan upaya untuk menjaga kerahasiaan data, menjaga integritas informasi, dan memastikan ketersediaan sumber daya
yang krusial. Meskipun tujuan ini tampak sederhana, realitasnya adalah bahwa mencapai keamanan yang mutlak tidaklah mudah.

Dalam upaya menjaga keamanan, salah satu aspek paling vital yang harus dipertimbangkan adalah peran karyawan dalam organisasi. Mereka bukan hanya sumber daya manusia, tetapi juga faktor penting yang dapat memberikan kontribusi positif atau ancaman serius terhadap keamanan organisasi. Oleh karena itu, dalam konteks keamanan organisasi, peran karyawan dan kebijakan keamanan formal menjadi dua elemen utama yang harus dipahami dan dielaborasi.

 

PERAN KARYAWAN DALAM KEAMANAN

Karyawan dalam sebuah organisasi memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga keamanan. Mereka memiliki potensi untuk menjadi ancaman jika tidak mematuhi kebijakan keamanan.

Ketidakpatuhan karyawan terhadap kebijakan keamanan bisa berdampak pada hilangnya informasi berharga dan bahkan menimbulkan biaya finansial yang besar. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami peran utama karyawan dalam menjaga keamanan organisasi.

Karyawan adalah elemen penting dalam menjaga keamanan sebuah organisasi. Mereka memiliki peran yang sangat berarti dalam menjaga sistem, data, dan informasi organisasi tetap aman dari potensi ancaman. Namun, perlu diingat bahwa karyawan juga bisa menjadi faktor risiko jika mereka tidak mematuhi kebijakan keamanan yang telah ditetapkan. Ketika karyawan melanggar aturan keamanan, ini dapat berdampak pada kerugian organisasi, baik dalam bentuk kehilangan informasi berharga maupun biaya finansial yang besar.

Salah satu risiko utama yang timbul dari ketidakpatuhan karyawan terhadap kebijakan keamanan adalah hilangnya informasi berharga. Informasi dalam organisasi seringkali merupakan salah satu aset paling berharga. Jika karyawan tidak mematuhi kebijakan keamanan dan informasi tersebut jatuh ke tangan yang salah, organisasi dapat menghadapi kerugian yang signifikan. Informasi yang bocor atau dicuri dapat digunakan oleh pihak luar untuk tujuan yang tidak diinginkan, seperti pencurian identitas, pengungkapan data pribadi, atau persaingan yang tidak sehat.

Selain itu, pelanggaran terhadap kebijakan keamanan juga dapat menimbulkan biaya finansial yang besar bagi organisasi. Organisasi mungkin harus menginvestasikan sumber daya tambahan untuk memulihkan kerugian, memperbaiki kerentanan keamanan, atau bahkan menghadapi sanksi hukum. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memastikan bahwa karyawan memahami peran utama mereka dalam menjaga keamanan organisasi dan untuk memberikan pelatihan serta arahan yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan keamanan.

 

KEBIJAKAN KEAMANAN FORMAL

Kebijakan keamanan formal adalah pedoman dan aturan yang harus diikuti oleh semua karyawan dalam organisasi. Mereka adalah fondasi keamanan, dan melaksanakannya dengan efektif adalah tantangan tersendiri. Memastikan bahwa karyawan memahami kebijakan keamanan, melakukan pemeriksaan rutin terhadap pelanggaran, dan memiliki prosedur dan pedoman yang jelas adalah langkah penting dalam menjaga keamanan.

Kebijakan keamanan formal adalah seperti aturan-aturan khusus yang seharusnya diikuti oleh setiap karyawan dalam organisasi. Mereka berfungsi sebagai dasar atau fondasi yang memastikan organisasi tetap aman dari berbagai ancaman. Namun, menerapkan kebijakan keamanan ini dengan baik bisa menjadi hal yang rumit. Ini adalah tantangan tersendiri yang perlu dihadapi oleh organisasi. Salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan adalah memastikan bahwa karyawan memahami dengan baik apa yang termaktub dalam kebijakan keamanan tersebut.

Mengkomunikasikan dan memastikan pemahaman terhadap kebijakan keamanan adalah langkah awal yang krusial dalam menjaga keamanan organisasi. Hal ini melibatkan memberikan informasi yang jelas kepada karyawan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga keamanan. Di samping itu, melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut diikuti secara konsisten adalah penting. Sebagai contoh, perlu ada pengawasan dan evaluasi berkala untuk memeriksa apakah ada pelanggaran kebijakan yang perlu diperbaiki. Juga, memiliki prosedur dan pedoman yang jelas akan membantu karyawan untuk tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu. Dengan demikian, kebijakan keamanan formal tidak hanya menjadi peraturan, tetapi juga menjadi panduan yang dapat membantu organisasi menjaga keamanan secara efektif.

 

PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK KEAMANAN

Untuk mencapai keamanan yang. komprehensif, organisasi perlu mempertimbangkan tiga dimensi utama: manusia (karyawan), kebijakan keamanan, dan penegakan hukum. Pendekatan ini berfungsi sebagai kerangka konseptual yang membantu meningkatkan
kesadaran tentang peran dan tanggung jawab pengguna. Selain itu, memberikan dasar untuk menerapkan dan menegakkan kebijakan keamanan.

Dalam upaya mencapai keamanan yang menyeluruh, organisasi perlu mempertimbangkan tiga dimensi utama. Dimensi-dimensi ini adalah: manusia (karyawan), kebijakan keamanan, dan penegakan hukum. Dengan memahami peran penting ketiga dimensi ini, organisasi dapat menciptakan kerangka kerja yang kuat untuk menjaga keamanan mereka.

Pertama-tama, mari kita fokus pada dimensi manusia. Karyawan adalah elemen penting dalam organisasi, dan perlu diingat bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan. Dengan memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga
keamanan, karyawan dapat berkontribusi secara positif dan membantu melindungi organisasi dari berbagai ancaman. Ini mencakup pemahaman mereka tentang kebijakan keamanan dan cara untuk menjaganya.

Kedua, kita memiliki kebijakan keamanan. Kebijakan ini adalah panduan dan aturan yang harus diikuti oleh karyawan dalam organisasi. Mereka adalah pedoman yang membantu menjaga keamanan dengan memberikan panduan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Namun, kebijakan ini harus diterapkan dengan efektif agar berfungsi. Ini berarti perlu ada prosedur dan pedoman yang jelas untuk memastikan bahwa kebijakan keamanan dijalankan dan dipatuhi dengan konsisten.

Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, adalah dimensi penegakan hukum. Ini melibatkan menerapkan tindakan hukum jika ada pelanggaran kebijakan keamanan. Ini mencakup sanksi atau tindakan yang diambil jika ada yang melanggar kebijakan. Penegakan hukum adalah langkah penting dalam memastikan bahwa kebijakan keamanan dihormati dan tidak diabaikan.

Dengan menggabungkan tiga dimensi ini, organisasi dapat menciptakan kerangka kerja yang kuat untuk mencapai keamanan yang komprehensif. Ini membantu dalam meningkatkan kesadaran tentang peran dan tanggung jawab pengguna, memberikan dasar untuk menerapkan dan menegakkan kebijakan keamanan, dan akhirnya, menjaga organisasi tetap aman dari berbagai risiko.

 

HARMONISASI PENGGUNA, KEBIJAKAN, DAN PENEGAKAN HUKUM

Pengguna, kebijakan, dan penegakan hukum harus bekerja bersama untuk mengubah pengguna menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada keamanan organisasi. Ini melibatkan pelatihan karyawan, pengawasan terhadap kepatuhan kebijakan, serta penegakan tindakan hukum jika diperlukan.

Untuk mencapai keamanan yang optimal, penting untuk memahami peran sinergis yang dimainkan oleh pengguna, kebijakan keamanan, dan penegakan hukum. Ketiganya harus berkolaborasi dalam upaya mengubah pengguna, seperti karyawan, menjadi individu yang bertanggung jawab dan aktif berkontribusi pada keamanan organisasi.

Pertama-tama, mari fokus pada peran pengguna, yaitu karyawan dan individu yang menggunakan sistem dan data organisasi. Mereka adalah elemen utama yang berinteraksi dengan sumber daya organisasi sehari-hari. Mereka harus dilibatkan dalam pelatihan yang efektif, yang membantu mereka memahami risiko dan tanggung jawab mereka dalam menjaga keamanan. Dengan meningkatkan kesadaran pengguna, organisasi dapat mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat kesalahan atau kelalaian.

Kedua, kebijakan keamanan memainkan peran penting dalam memberikan panduan tentang apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak dalam lingkup keamanan organisasi. Kebijakan ini harus disusun secara jelas dan mudah dimengerti oleh pengguna. Selain itu, organisasi perlu memastikan bahwa pengguna memahami kebijakan ini dan mematuhi mereka dalam setiap aspek pekerjaan mereka.

Terakhir, adalah penegakan hukum. Meskipun upaya pelatihan dan pengawasan sangat penting, kadang-kadang tindakan hukum diperlukan jika ada pelanggaran serius terhadap kebijakan keamanan. Ini mencakup sanksi atau tindakan hukum yang diambil terhadap individu atau entitas yang melanggar kebijakan.

Penegakan hukum adalah langkah penting
dalam menunjukkan bahwa organisasi serius dalam menjaga keamanan dan bahwa pelanggaran akan memiliki konsekuensi yang sesuai.

Dengan menggabungkan upaya pengguna, kebijakan, dan penegakan hukum, organisasi dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mengubah pengguna menjadi mitra yang aktif dalam menjaga keamanan organisasi. Melalui pendekatan holistik ini, organisasi dapat mengurangi risiko keamanan dan melindungi sumber daya mereka dengan lebih efektif.

 

PERAN PERTUMBUHAN INDUSTRI KEAMANAN SWASTA

Dalam konteks global, pertumbuhan industri keamanan swasta semakin menekankan pentingnya keamanan. Ini mencerminkan fakta bahwa tantangan keamanan semakin kompleks dan memerlukan sumber daya dan keahlian khusus.

Penting untuk memahami bahwa keamanan sangat penting, tidak hanya untuk organisasi tetapi juga dalam skala global. Industri keamanan swasta, yang mencakup perusahaan perusahaan yang berspesialisasi dalam memberikan layanan keamanan, semakin tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan ini mencerminkan kesadaran bahwa tantangan keamanan semakin kompleks dan memerlukan perhatian khusus serta sumber daya yang lebih besar.

Industri keamanan swasta berperan penting dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang. Mereka menyediakan berbagai layanan, seperti pengamanan fisik dan siber, pengawasan, dan konsultasi keamanan, untuk membantu organisasi dan individu menjaga keamanan mereka. Ini sangat berarti karena tantangan keamanan modern seperti peretasan data, tindakan kriminal, atau ancaman teroris, semakin cerdas dan terorganisir.

Dengan memanfaatkan keahlian dan teknologi yang khusus, perusahaan keamanan swasta dapat membantu organisasi untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons ancaman
dengan lebih efektif. Dengan kata lain, mereka berperan sebagai mitra dalam menjaga keamanan, membantu organisasi untuk lebih siap menghadapi risiko dan menjaga keamanan mereka dalam dunia yang semakin kompleks dan berubah. Oleh karena itu, pertumbuhan industri keamanan swasta adalah indikator penting dari bagaimana keamanan telah menjadi prioritas global yang semakin penting.

 

KESIMPULAN

Keamanan organisasi melibatkan berbagai aspek yang mencakup manusia (karyawan), kebijakan, dan penegakan hukum. Karyawan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, dan kebijakan keamanan formal harus diikuti dengan cermat. Dengan menggabungkan pendekatan holistik ini, organisasi dapat mencapai tingkat keamanan yang lebih tinggi, menjaga data dan sumber daya yang berharga tetap aman, dan mengatasi ancaman yang semakin kompleks. Pertumbuhan industri keamanan swasta juga memperkuat kesadaran akan pentingnya keamanan dalam dunia bisnis.

Keamanan dalam konteks organisasi adalah faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Dalam upaya menjaga keamanan, kita melihat tiga dimensi utama yang terlibat, yaitu manusia (karyawan), kebijakan, dan penegakan hukum. Karyawan memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan organisasi karena mereka dapat menjadi kekuatan penunjang atau ancaman terhadap keamanan, tergantung pada pemahaman dan kepatuhan mereka terhadap kebijakan keamanan formal.

Kebijakan keamanan formal adalah fondasi yang memastikan bahwa organisasi memiliki panduan yang jelas tentang cara menjaga keamanan. Namun, kebijakan ini hanya akan berhasil jika diikuti dengan cermat oleh seluruh anggota organisasi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pelatihan kepada karyawan, melakukan pengawasan kepatuhan terhadap kebijakan, dan memiliki prosedur yang jelas untuk mengatasi pelanggaran.

Dengan menggabungkan pendekatan holistik yang melibatkan pengguna, kebijakan, dan penegakan hukum, organisasi dapat mencapai tingkat keamanan yang lebih tinggi. Ini membantu melindungi data dan sumber daya yang berharga, serta mengatasi ancaman yang
semakin kompleks. Selain itu, pertumbuhan industri keamanan swasta mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya keamanan dalam dunia bisnis. Ini adalah bukti bahwa keamanan bukanlah masalah yang bisa diabaikan, dan organisasi harus berinvestasi dalam upaya menjaga keamanan mereka di era yang penuh risiko ini. Keseluruhan, keamanan organisasi adalah elemen penting dalam memastikan kesinambungan dan kesuksesan organisasi di tengah ancaman yang ada di sekitarnya.

 

Sumber Bacaan:

  1. Malik F. Saleh. (2011). The Three Dimensions of Security. International Journal of Security (IJS), Volume (5) : Issue (2).
  2. David, J. (2002). Policy enforcement in the workplace. Computers & Security, 21(6), 506-513.
  3. Madigan, E.M., Petrulich, C., & Motuk, K. (2004). The cost of non-compliance: when policies fail. Proceedings of the 32nd annual ACM SIGUCCS fall conference.
  4. Vidyaraman, S., Chandrasekaran, M., & Upadhyaya, S. (2008). Position: the user is the enemy. Proceedings of the 2007 Workshop on New Security Paradigms.
  5. UNODC/CCPCJ/EG.5/2011/CRP.1. (2011). Private Security and the Private Security
    Industry. United Nations Office on Drugs and Crime.