Security Guards Indonesia
Email
sgiguard.service@gmail.com
Telepon
0217491868
Whatsapp
085186661191

Aksi Kekerasan di Lakukan Oleh Oknum Satpam Terekam Kamera di Kawasan Industri Kendal

Jurnal SGI | Kendal – Perilaku tidak profesional seorang petugas keamanan di sebuah pabrik di Kendal, Indonesia, terekam dalam video oleh warga setempat pada hari Senin, 26 Mei 2025.

Rekaman tersebut memperlihatkan petugas keamanan itu secara agresif melawan dan menendang seorang pedagang kaki lima yang berusaha mencari nafkah di dekat fasilitas tersebut. Petugas keamanan yang tidak disebutkan namanya itu terlihat memaki pedagang itu dan dengan kasar menendang meja yang digunakan sebagai kios sementara mereka.

Sebagai respons atas perilaku agresif petugas keamanan tersebut, pedagang yang ketakutan, seorang wanita, terjatuh saat mencoba menaikkan barang dagangannya ke sepeda motornya. Alih-alih menolong pedagang yang terjatuh tersebut, petugas keamanan dan rekannya dengan tidak berperasaan meninggalkan tempat kejadian perkara.

“Jika Anda perlu mengatur pedagang kaki lima, Anda dapat melakukannya melalui dialog. Tidak perlu unjuk kekuatan yang agresif seperti itu, Komandan,” kata seorang saksi mata pada kejadian tersebut.

Dilansir dari media LKT News, video berdurasi 25 detik itu memperlihatkan dugaan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh petugas keamanan yang mengenakan seragam warna krem ​​dengan celana abu-abu di pinggir jalan KIK (Kawasan Industri Kendal).

Tindakan brutal itu telah menuai kecaman luas, dengan banyak kritikus menunjukkan bahwa tindakan Satpam itu menunjukkan kurangnya profesionalisme dan empati.

“Sabar ya, Bu. Tuhan pasti membalas,” tulis salah satu pengguna media sosial, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam kepada korban sekaligus menyerahkan keadilan kepada campur tangan Tuhan.

Peristiwa ini tidak saja mencoreng nama baik Satuan Tugas Keamanan (Satpam) tetapi juga merusak citra keamanan Kawasan Industri Kendal secara keseluruhan.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana seorang petugas keamanan, yang bertugas melindungi dan menjaga ketertiban, dapat melakukan kekerasan terhadap warga sipil yang berusaha mencari nafkah.

Pihak KIK dan Polisi Buka Suara

Menanggapi insiden ini, Direktur Eksekutif KIK, Yuliani Kusumaningrum, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media.

“Wah, saya juga baru tahu. Tapi dari KIK tidak menentang pedagang kaki lima asalkan tertib. Jangan membuat pangkalan atau tenda di lahan orang lain,” kata Yuliani, Selasa (27/5/2025).

Ia menegaskan bahwa KIK tidak anti terhadap kehadiran PKL, selama tetap menjaga ketertiban dan tidak menggunakan lahan tanpa izin. “Saya tidak anti PKL dan mendukung PKL asalkan tertib,” tegas Yuliani.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Rizky Ari Budianto, membenarkan kejadian tersebut terjadi di KIK.