Security Guards Indonesia
Email
sgiguard.service@gmail.com
Telepon
0217491868
Whatsapp
085186661191

Indonesia Berduka: Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno Tutup Usia

Jurnal SGI | JAKARTA, Jurnal SGI – Ibu Pertiwi kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, dikabarkan berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 14.20 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Sosok yang dikenal sebagai prajurit bersahaja dan negarawan santun ini mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan. Kepergiannya meninggalkan warisan pengabdian mendalam bagi kedaulatan NKRI.

 

Jejak Langkah: Dari Anak Sopir hingga Puncak Militer

Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno tumbuh di tengah gejolak perjuangan kemerdekaan. Nilai-nilai kerja keras ditempanya sejak dini dari sang ayah yang berprofesi sebagai sopir ambulans.

Pintu pengabdiannya terbuka lebar saat ia diterima di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1956. Karier militernya melesat berkat kedisiplinan dan loyalitas tinggi, dengan beberapa posisi kunci yang pernah diembannya:

  • Ajudan Presiden Soeharto (1974): Menjadi titik balik penting dalam kariernya di pusat kekuasaan.
  • Pangdam Jaya: Mengawal stabilitas ibu kota di masa-masa krusial.
  • Panglima ABRI (1988–1993): Mencapai puncak karier militer sebelum akhirnya melangkah ke ranah politik.

 

Negarawan yang Setia dan Komunikatif

Pada tahun 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Soeharto. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai sosok “pendamping yang setia” namun tetap kritis dalam menjaga stabilitas nasional.

Gaya kepemimpinannya yang tenang dan komunikatif menjadikannya figur yang dihormati secara luas, baik oleh kawan maupun lawan politik. Ia dipandang sebagai jembatan antara militer dan sipil pada masanya.

 

Masa Purna Tugas dan Rujukan Moral

Setelah purna tugas, Try Sutrisno tidak benar-benar meninggalkan urusan kenegaraan. Ia tetap aktif dalam organisasi purnawirawan dan menjadi rujukan moral bagi para pemimpin muda. Hingga hari-hari terakhirnya, beliau konsisten memberikan petuah tentang pentingnya menjaga persatuan dan ideologi Pancasila.

Kondisi kesehatannya dilaporkan mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya usia. Sang Jenderal akhirnya berpulang dengan tenang di sisi keluarga tercintanya di RSPAD Gatot Soebroto.

 

Penghormatan Terakhir untuk Sang Prajurit

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya, bendera setengah tiang akan dikibarkan di berbagai instansi negara.

“Seorang prajurit tidak pernah mati, mereka hanya memudar untuk memberikan ruang bagi generasi penerus guna menjaga tanah air.”

Selamat jalan, Jenderal. Dedikasimu abadi dalam catatan sejarah bangsa.