Security Guards Indonesia
Email
sgiguard.service@gmail.com
Telepon
0217491868
Whatsapp
085186661191

Bahaya Ganda Mengintai Generasi Muda: Narkoba dan Vape sebagai Jembatan Ketergantungan

Jurnal SGI | Kesehatan – Indonesia menghadapi tantangan kesehatan dan sosial ganda yang mengancam masa depan generasi muda: penyalahgunaan narkotika dan tren penggunaan rokok elektrik atau vape. Jika narkoba telah lama menjadi momok dengan efek destruktifnya, vape kini hadir sebagai “jembatan” baru yang menjerat, tidak hanya dengan nikotin, tetapi juga potensi penyalahgunaan zat terlarang.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 3,3 juta jiwa, dengan mayoritas pemakai berada di usia produktif (15-49 tahun). Sementara itu, kasus kematian akibat narkoba masih terus terjadi, dengan puluhan jiwa melayang per tahun.

Vape: Ilusi Rasa dan Ancaman Kerusakan Organ Permanen

Rokok elektrik atau vape sering dianggap sebagai alternatif “lebih aman” dari rokok konvensional, namun persepsi ini adalah menyesatkan. Para pakar kesehatan menegaskan bahwa uap yang dihasilkan vape membawa risiko serius, terutama bagi remaja.

1. Ketergantungan Nikotin dan Kerusakan Otak

Vape mengandung nikotin, zat adiktif yang sangat berbahaya. Nikotin merangsang otak melepaskan hormon dopamin, menciptakan efek ketergantungan yang sulit dihilangkan. Pada remaja, penggunaan nikotin dapat memengaruhi perkembangan otak yang berhubungan dengan perhatian, pembelajaran, dan pengendalian impuls. Kecanduan nikotin juga meningkatkan risiko perilaku menyimpang.

2. Bahaya Kimiawi bagi Paru-paru dan Jantung

Cairan vape (likuid) mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi mematikan saat dipanaskan dan dihirup:

  • Paru-paru: Kandungan seperti diacetyl (terkait popcorn lung atau bronkiolitis obliterans), acrolein (menyebabkan asma dan PPOK), serta Vitamin E asetat adalah pemicu kerusakan paru-paru akut, dikenal sebagai EVALI (e-cigarette or vaping product use-associated lung injury).

  • Jantung: Nikotin diserap melalui aliran darah, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner.

Narkoba Terselubung: Waspada Liquid Vape Berisi Zat Adiktif

Ancaman terbesar saat ini adalah peredaran liquid vape yang telah disuntik atau dicampur dengan zat narkotika golongan I, seperti Synthetic Cannabinoid (turunan ganja sintetis) atau Ketamin.

BNN telah melakukan uji coba dan menemukan sampel cairan vape yang positif mengandung narkotika. Kemasan yang menarik dan rasa manis dari vape membuat penyebaran narkoba jenis ini sulit terdeteksi, menjadikannya ancaman baru yang menyasar langsung generasi muda. Bagi pengguna vape, risiko terpapar narkoba menjadi berlipat ganda karena kemudahan akses dan penyembunyiannya.

Langkah Preventif dan Imbauan Bersama

Mengingat daya rusak ganda dari narkoba dan vape, dibutuhkan upaya pencegahan yang komprehensif dari semua pihak.

PihakLangkah Preventif Utama
Pemerintah & BNNPengetatan regulasi peredaran liquid vape, pengujian laboratorium berkala, dan penindakan tegas terhadap produsen/penjual narkoba terselubung.
Orang TuaKomunikasi terbuka dengan anak mengenai bahaya vape dan narkoba. Menerapkan aturan rumah bebas rokok/vape. Memberi contoh yang baik.
MasyarakatWaspada terhadap tren vape di kalangan remaja. Segera laporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba dalam bentuk liquid vape kepada pihak berwajib.

Menjauhi vape dan narkoba adalah langkah paling bijak untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan masa depan.


Untuk memahami lebih lanjut tentang dampak kesehatan dari penggunaan rokok elektrik, Anda dapat menonton video ini: Sejumlah Bahaya Vape bagi Kesehatan Tubuh, Perlu Diperhatikan!. Video ini relevan karena membahas bahaya vaping bagi kesehatan, termasuk potensi kecanduan narkoba, yang merupakan inti dari artikel berita ini.